<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fokarliska</title>
	<atom:link href="http://fokarliska.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fokarliska.wordpress.com</link>
	<description>Berupaya Mengikuti Jejak Generasi Terbaik</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 20:39:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fokarliska.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fokarliska</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fokarliska.wordpress.com/osd.xml" title="Fokarliska" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fokarliska.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kisah Seorang Wanita Pengikut Syi&#8217;ah di kota Bandung</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com/2011/12/14/kisah-seorang-wanita-pengikut-syiah-di-kota-bandung/</link>
		<comments>http://fokarliska.wordpress.com/2011/12/14/kisah-seorang-wanita-pengikut-syiah-di-kota-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 20:39:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOKARLISKA SMA N 5 Surakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fokarliska.wordpress.com/?p=1002</guid>
		<description><![CDATA[Kasus wanita berjilbab dari Wisma Fatimah di Jl. Alex Kawilarang 63 Bandung Jawa Barat yang mengidap penyakit kotor gonorhe (kencing nanah) akibat nikah mut’ah. Seperti dilaporkan oleh LPPI yang berkasnya disampaikan ke Kejaksaan Agung dan seluruh gubernur, mengutip ASA (Assabiqunal Awwalun) edisi 5, 1411H, hal. 44-47 dengan judul “ Pasien Terakhir “,  seperti yang dimuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=1002&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kasus wanita berjilbab dari Wisma Fatimah di Jl. Alex Kawilarang 63 Bandung Jawa Barat yang mengidap penyakit kotor gonorhe (kencing nanah) akibat nikah mut’ah. Seperti dilaporkan oleh LPPI yang berkasnya disampaikan ke Kejaksaan Agung dan seluruh gubernur, mengutip ASA (Assabiqunal Awwalun) edisi 5, 1411H, hal. 44-47 dengan judul “ Pasien Terakhir “,  seperti yang dimuat buku Mengapa Menolak Syi’ah halaman 270-273. <span id="more-1002"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berikut ini kisah selengkapnya:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk kedua kalinya wanita itu pergi ke dokter Hanung, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin dikota Bandung. Sore itu ia datang sambil membawa hasil laboratorium seperti yang diperintahkan dokter dua hari sebelumnya. Sudah beberapa Minggu dia mengeluh merasa sakit pada waktu buang air kecil (<em>drysuria</em>) serta mengeluarkan cairan yang berlebihan dari vagina (<em>vaginal discharge</em>).~</p>
<p style="text-align:justify;">Sore itu suasana di rumah dokter penuh dengan pasien. Seorang anak tampak menangis kesakitan karena luka dikakinya, kayaknya dia menderita Pioderma. Disebelahnya duduk seorang ibu yang sesekali menggaruk badannya karena gatal. Diujung kursi tampak seorang remaja putri melamun, merenungkan acne vulgaris (jerawat) yang ia alami.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika wanita itu datang ia mendapat nomor terakhir. Ditunggunya  satu persatu pasien berobat sampai tiba gilirannya. Ketika gilirannya tiba, dengan mengucapkan salam dia memasuki kamar periksa dokter Hanung. Kamar periksa itu cukup luas dan rapi. Sebuah tempat tidur pasien dengan penutup warna putih. Sebuah meja dokter yang bersih. Dipojok ruang sebuah wastafel untuk mencuci tangan setelah memeriksa pasien serta kotak yang berisi obat-obatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejenak dokter Hanung menatap pasiennya. Tidak seperti biasa, pasiennya ini adalah seorang wanita berjilbab rapat. Tidak ada yang kelihatan kecuali sepasang mata yang menyinarkan wajah duka. Setelah wawancara sebentar (anamnese) dokter Hanung membuka amplop hasil laboraturium yang dibawa pasiennya. Dokter Hanung terkejut melihat hasil laboraturium. Rasanya adalah hal yang mustahil. Ada rasa tidak percaya terhadap hal itu. Bagaimana mungkin orang berjilbab yang tentu saja menjaga kehormatannya terkena penyakit itu, penyakit yang hanya mengenai orang-orang yang sering berganti-ganti pasangan sexsual.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan wajah tenang dokter Hanung melakukan anamnese lagi secara cermat.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Saudari masih kuliah?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-   “Masih dok”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Semester berapa?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-   “Semester tujuh dok!”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Fakultasnya?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-   “Sospol”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Jurusan komunikasi massa ya?”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kali ini ganti pasien terakhir itu yang kaget. Dia mengangkat muka dan menatap dokter Hanung dari balik cadarnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>-   “Kok dokter tahu?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Aah,….tidak, hanya barangkali saja!”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pembicaraan antara dokter Hanung dengan pasien terakhirnya itu akhirnya seakan-akan beralih dari masalah penyakit dan melebar kepada persoalan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah penyakit itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Saudari memang penduduk Bandung ini atau dari luar kota?</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pasien terakhir itu nampaknya mulai merasa tidak enak dengan pertanyaan dokter yang mulai menyimpang dari masalah-masalah medis itu. Dengan jengkel dia menjawab<em>.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Ada apa sih Dok…..kok tanya macam-macam?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Aah enggak,……..barangkali saja ada hubungannya dengan penyakit yang  saudari derita!”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pasien terakhir ini tampaknya semakin jengkel dengan pertanyaan dokter yang kesana-kemari itu. Dengan agak kesal dia menjawab.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Saya dari Pekalongan”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Kost-nya?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Wisma Fathimah, jalan Alex Kawilarang 63”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Di kampus sering mengikuti kajian Islam yaa”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Ya,..kadang-kadang Dok!”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Sering mengikuti kajian Bang Jalal?”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi pasien terakhir itu menatap dokter Hanung.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Bang Jalal siapa?”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tanyanya dengan nada agak tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Tentu saja Jalaluddin Rachmat! Di Bandung siapa lagi Bang Jalal selain dia….kalau        di Yogya ada Bang Jalal Muksin”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Yaa,…….kadang-kadang saja saya ikut”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Di Pekalongan,……(sambil seperti mengingat-ingat) kenal juga dengan Ahmad Baraqba?”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pasien terakhir itu tampak semakin jengkel dengan pertanyaan-pertanyaan dokter yang semakin tidak mengarah itu. Tetapi justru dokter Hanung manggut-manggut dengan keterkejutan pasien terakhirnya. Dia menduga bahwa penelitian penyakit pasiennya itu hampir selesai. Akhirnya dengan suara yang penuh dengan tekanan dokter Hanung berkata.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Begini saudari, saya minta maaf atas pertanyaan-pertanyaan saya yang ngelantur tadi, sekarang tolong jawab pertanyaan saya dengan jujur demi untuk therapi penyakit yang saudari derita,…………..”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang ganti pasien terakhir itu yang mengangkat muka mendengar perkataan dokter Hanung. Dia seakan terbengong dengan pertanyaan apa yang akan dilontarkan oleh dokter yang memeriksanya kali ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Sebenarnya saya amat terkejut dengan penyakit yang saudari derita, rasanya tidak mungkin seorang ukhti mengidap penyakit seperti ini”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Sakit apa dok?”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pasien terakhir itu memotong kalimat dokter Hanung yang belum selesai dengan amat Penasaran.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Melihat keluhan yang anda rasakan serta hasil laboraturium semuanya menyokong diagnosis gonorhe, penyakit yang disebabkan hubungan seksual”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Tidak mungkin!!!”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dia lantas terduduk dikursi lemah seakan tak berdaya, mendengar keterangan dokter Hanung. Pandangan matanya kosong seakan kehilangan harapan dan bahkan seperti tidak punya semangat hidup lagi. Sementara itu pembantu dokter Hanung yang biasa mendaftar pasien yang akan berobat tampak mondar-mandir seperti ingin tahu apa yang terjadi. Tidak seperti biasanya dokter Hanung memeriksa pasien begitu lama seperti sore ini. Barangkali karena dia pasien terakhir sehingga merasa tidak terlalu tergesa-gesa maka pemeriksaannya berjalan agak lama. Tetapi kemudian dia terkejut mendengar jeritan pasien terakhir itu sehingga ia merasa ingin tahu apa yang terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dokter Hanung dengan pengalamannya selama praktek tidak terlalu kaget dengan reaksi pasien terakhirnya sore itu. Hanya yang dia tidak habis pikir itu kenapa perempuan berjilbab rapat itu mengidap penyakit yang biasa menjangkit perempuan-perempuan rusak. Sudah dua pasien dia temukan akhir-akhir ini yang mengidap penyakit yang sama dan uniknya sama-sama mengenakan busana muslimah. Hanya yang pertama dahulu tidak mengenakan hijab penutup muka seperti pasien yang terakhirnya sore itu. Dulu pasien yang pernah mengidap penyakit yang seperti itu juga menggunakan pakaian muslimah, ketika didesak akhirnya dia mengatakan bahwa dirinya biasa kawin mut’ah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasiennya yang dahulu itu telah terlibat jauh dengan pola pikir dan gerakan Syi’ah yang ada di Bandung ini. Dari pengalaman itu timbul pikirannya menanyakan macam-macam hal mengenai tokoh-tokoh Syi’ah yang pernah dia kenal di kota Kembang ini dan juga kebetulan mempunyai seorang teman dari Pekalongan yang menceritakan perkembangan gerakan syi’ah di Pekalongan. Beliau bermaksud untuk menyingkap tabir yang menyelimuti rahasia perempuan yang ada didepannya sore itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Bagaimana saudari… penyakit yang anda derita ini tidak mengenai kecuali orang-orang yang biasa berganti-ganti pasangan seks. Rasanya ini tidak mungkin terjadi pada seorang muslimah seperti anda. Kalau itu masa lalu anda baiklah saya memahami dan semoga dapat sembuh, bertaubatlah kepada Allah,….atau mungkin ada kemungkinan yang lain,…?”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan dokter Hanung itu telah membuat pasien terakhirnya mengangkat muka sejenak, lalu menunduk lagi seperti tidak memiliki cukup kekuatan lagi untuk berkata-kata. Dokter Hanung dengan sabar menanti jawaban pasien terakhirnya sore itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau beranjak dari kursi memanggil pembantunya agar mengemasi peralatan untuk segera tutup setelah selesai menangani pasien terakhirnya itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Saya tidak percaya dengan perkataan dokter tentang penyakit saya !” Katanya terbata-bata</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Terserah saudari,…….tetapi toh anda tidak dapat memungkiri kenyataan yang anda sandang-kan?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Tetapi bagaimana mungkin mengidap penyakit laknat tersebut sedangkan saya selalu berada didalam suasana hidup yang taat kepada hukum Allah?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Sayapun berprasangka baik demikian terhadap diri anda,….tetapi kenyataan yang anda hadapi itu tidak dapat dipungkiri?”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sejenak dokter dan pasien itu terdiam. Ruang periksa itu sepi. Kemudian terdengar suara dari pintu yang dibuka pembantu dokter yang mengemasi barang-barang peralatan administrasi pendaftaran pasien. Pembantu dokter itu lantas keluar lagi dengan wajah penuh tanda tanya mengetahui dokter Hanung yang menunggui pasiennya itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Cobalah introspeksi diri lagi, barangkali ada yang salah,…….. sebab secara medis tidak mungkin seseorang mengidap penyakit ini kecuali dari sebab tersebut”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Tidak dokter,…….selama ini saya benar-benar hidup secara baik menurut tuntunan syari’at Islam,…..saya tetap tidak percaya dengan analisa dokter”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dokter Hanung mengerutkan keningnya mendengar jawaban pasiennya. Dia tidak merasa sakit hati dengan perkataan pasiennya yang berulang kali mengatakan tidak percaya dengan analisisnya. Untuk apa marah kepada orang sakit. Paling juga hanya menambah parah penyakitnya saja, dan lagi analisanya toh tidak menjadi salah hanya karena disalahkan oleh pasiennya. Dengan penuh kearifan dokter itu bertanya lagi,……..</p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Barangkali anda biasa kawin mut’ah??</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pasien terakhir itu mengangkat muka,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Iya dokter! Apa maksud dokter”?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Itu kan berarti anda sering kali ganti pasangan seks secara bebas!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-   “Lho,… tapi itukan benar menurut syari’at Islam dok! Pasien itu membela diri.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+   “Ooo,…Jadi begitu,…kalau dari tadi anda mengatakan begitu saya tidak bersusah payah mengungkapkan penyakit anda. Tegasnya anda ini pengikut ajaran Syi’ah yang bebas berganti-ganti pasangan mut’ah semau anda. Ya itulah petualangan seks yang anda lakukan. Hentikan itu kalau anda ingin selamat”.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Bagaimana dokter ini, saya kan hidup secara benar menurut syari’at Islam sesuai dengan keyakinan saya, dokter malah melarang saya dengan dalih-dalih medis”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sampai disini dokter Hanung terdiam. Sepasang giginya terkatup rapat dan dari wajahnya terpancar kemarahan yang sangat terhadap perkataan pasiennya yang tidak mempunyai aturan itu. Kemudian keluarlah perkataan yang berat penuh tekanan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Terserah apa kata saudari membela diri,… anda lanjutkan petualangan seks anda, dengan resiko anda akan berkubang dengan penyakit kelamin yang sangat mengerikan itu, dan sangat boleh jadi pada suatu tingkat nanti anda akan mengidap penyakit AIDS yang sangat mengerikan itu,…atau anda hentikan dan bertaubat kepada Allah dari mengikuti ajaran bejat itu kalau anda menghendaki kesembuhan”.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Ma..maaf, Dok, saya telah membuat dokter tersinggung!”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dokter Hanung hanya mengangguk menjawab perkataan pasiennya yang terbata-bata itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Begini saudari,…tidak ada gunanya resep saya berikan kepada anda kalau toh tidak berhenti dari praktek kehidupan yang selama ini anda jalani. Dan semua dokter yang anda datangi pasti akan bersikap sama,… sebab itu terserah kepada saudari. Saya tidak bersedia memberikan resep kalau toh anda tidak mau berhenti”.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Ba…baik , Dok, …Insya Allah akan saya hentikan!”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dokter Hanung segera menuliskan resep untuk pasien terakhir itu, kemudian menyodorkan kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>-  “Berapa Dok?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>+  “Tak usahlah,….saya sudah amat bersyukur kalau anda mau menghentikan cara hidup binatang itu dan kembali kepada cara hidup yang benar menurut tuntunan dari Rosulullah. Saya relakan itu untuk membeli resep saja”.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pasien terakhir dokter Hanung itu tersipu-sipu mendengar jawaban dokter Hanung</p>
<p style="text-align:justify;"><em>-   “Terima kasih Dok,…….permisi”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Perempuan itu kembali melangkah satu-satu dipelataran rumah Dokter Hanung. Ia berjalan keluar teras dekat bougenvil biru yang seakan menyatu dengan warna jilbabnya. Sampai digerbang dia menoleh sekali lagi ke teras, kemudian hilang ditelan keramaian kota Bandung yang telah mulai temaran disore itu</p>
<p style="text-align:justify;">( sumber : Syiahindonesia.com</p>
<p style="text-align:justify;">Membela Sunnah, Menolak Syiah)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fokarliska.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fokarliska.wordpress.com/1002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fokarliska.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fokarliska.wordpress.com/1002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fokarliska.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fokarliska.wordpress.com/1002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fokarliska.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fokarliska.wordpress.com/1002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fokarliska.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fokarliska.wordpress.com/1002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fokarliska.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fokarliska.wordpress.com/1002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fokarliska.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fokarliska.wordpress.com/1002/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=1002&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fokarliska.wordpress.com/2011/12/14/kisah-seorang-wanita-pengikut-syiah-di-kota-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60c00f43d3681b2cdbc15f0562c05f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fokarliska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Renungan: Berapa Umur yang Telah Engkau Habiskan?</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com/2011/11/27/renungan-berapa-umur-yang-telah-engkau-habiskan/</link>
		<comments>http://fokarliska.wordpress.com/2011/11/27/renungan-berapa-umur-yang-telah-engkau-habiskan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 19:12:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOKARLISKA SMA N 5 Surakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fokarliska.wordpress.com/?p=1000</guid>
		<description><![CDATA[Umur berlalu begitu cepat. Umur yang telah berlalu tentu tidak mungkin kembali lagi. Ada yang berkata kepada Muhammad bin Wasi’, كيف أصبحت ؟ “Bagaimana engkau di pagi ini?”. Beliau lantas mengatakan, ما ظنك برجل يرتحل كل يوم مرحلة إلى الآخرة ؟ “Apa pendapatmu mengenai seseorang yang setiap harinya akan berpindah ke negeri akhirat?” Al Hasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=1000&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Umur berlalu begitu cepat.</p>
<p>Umur yang telah berlalu tentu tidak mungkin kembali lagi.</p>
<p>Ada yang berkata kepada Muhammad bin Wasi’,</p>
<p>كيف أصبحت ؟</p>
<p>“Bagaimana engkau di pagi ini?”. Beliau lantas mengatakan,</p>
<p>ما ظنك برجل يرتحل كل يوم مرحلة إلى الآخرة ؟</p>
<p>“Apa pendapatmu mengenai seseorang yang setiap harinya akan berpindah ke negeri akhirat?”</p>
<p>Al Hasan (Al Bashri) mengatakan,<span id="more-1000"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>إنما أنت أيام مجموعة ، كلما مضي يوم مضي بعضك .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sungguh, engkau bagaikan sekumpulan hari. Apabila satu hari berlalu darimu, maka berlalu pula sebagian (umur)mu.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beliau juga mengatakan,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ابن آدم إنما أنت بين مطيتين يوضعانك ؛ يوضعك الليل إلى النهار والنهار إلى الليل حتى يسلمانك إلى الآخرة ، فمن أعظم منك يا ابن آدم خطراً ؟</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wahai manusia. Sungguh engkau berada di antara dua binatang tunggangan (yaitu malam dan siang) yang akan saling memindahkanmu. Malam akan memindahkanmu ke waktu siang. Siang pun akan berganti memindahkanmu ke waktu malam, hingga engkau pun akan sampai ke negeri akhirat. Adakah yang akan menghalangimu hingga negeri akhirat?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beliau mengatakan pula,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>الموت معقود بنواصيكم ، والدنيا تطوي من ورائكم .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kematian akan diikat di bagian depan kepala kalian. Sedangkan dunia akan dilipat (dibiarkan) di belakang kalian.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Daud Ath Tho’i mengatakan,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>إنما الليل والنهار مراحل ينزلها الناس مرحلة مرحلة حتى ينتهي ذلك بهم إلى آخر سفرهم ، فإن استطعت أن تـُـقدِّم في كل مرحلة زاداً لما بين يديها فافعل ، فإن انقطاع السفر عن قريب ما هو ، والأمر أعجل من ذلك ، فتزوّد لسفرك ، واقض ما أنت قاض من أمرك ، فكأنك بالأمر قد بَغَـتـَـك</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sesungguhnya malam dan siang adalah tempat persinggahan manusia sampai dia berada pada akhir perjalanannya. Jika engkau mampu menyediakan bekal di setiap tempat persinggahanmu, maka lakukanlah. Berakhirnya safar boleh jadi dalam waktu dekat. Namun, perkara akhirat lebih segera daripada itu. Persiapkanlah perjalananmu (menuju negeri akhirat). Tunaikanlah kewajiban yang patut engkau tunaikan. Karena mungkin saja, perjalananmu akan berakhir dengan tiba-tiba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagian salaf menuliskan nasehat pada saudaranya,يا أخي يَخيّـل لك أنك مقيم ، بل أنت دائب السير ، تُساق مع ذلك سوقا حثيثا ، الموت متوجِّه إليك ، والدنيا تطوى من ورائك ، وما مضى من عمرك فليس بِكَـارٍّ عليك حتى يَكُـرَّ عليك يوم التغابن .سبيلك في الدنيا سبيل مسافر == ولا بـد من زاد لكل مسافرولا بد للإنسان من حمل عدة == ولا سيما إن خاف صولة قاهر</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wahai saudaraku, kami menduga engkau adalah seorang mukim (yang tidak bepergian jauh). Namun sebenarnya engkau adalah seorang yang melakukan perjalanan (safar). Engkau akan digiring dengan cepatnya. Kematian pun akan ada di hadapanmu. Sedangkan dunia akan berada di belakangmu. Umur yang telah berlalu darimu tidak akan kembali padamu, sampai engkau akan bertemu kembali dengan hari yang dinampakkan kesalahan-kesalahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perjalananmu di dunia seperti perjalanan seorang musafir. Setiap musafir haruslah memiliki bekal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setiap orang haruslah memiliki persiapan, apalagi jika dia takut tidak akan sampai pada Rabb Yang Maha Tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagian salaf pun ada yang melantunkan sya’ir:إنا لنفــرح بالأيام نقطعهـا == وكل يوم مضي يدني من الأجلِفاعمل لنفسك قبل الموت مجتهدا == فإنما الربح والخسران في العملِ</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sungguh kami sangat bergembira dengan hari yang kami lalui. Setiap hari yang telah berlalu adalah pertanda semakin dekatnya ajal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beramallah untuk dirimu dengan sungguh-sungguh sebelum datang kematianmu. Karena keberuntungan dan kerugian di akhirat tergantung pada amalmu. (Faedah dari Ibnu Rojab di Jami’ul ‘Ulum wal Hikam)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengenai umur akan ada dua pertanyaan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertanyaan pertama mengenai keadaan di waktu muda atau dewasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertanyaan kedua mengenai umur secara keseluruhan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh karena itu, dua telapak kaki manusia tidak akan beranjak pada hari kiamat hingga dia ditanyakan mengenai lima hal, di antaranya:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengenai umurnya di mana dia habiskan [?]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengenai waktu mudanya untuk apa dia gunakan [?]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Siapkanlah jawaban yang benar untuk pertanyaan tersebut!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Renungkanlah Umurmu!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berapa umur yang telah berlalu darimu?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apakah umurmu yang telah lewat engkau gunakan untuk hal yang bermanfaat? Ataukah untuk hal yang sia-sia?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Imam Asy Syafi’i pernah ditanyakan oleh seseorang mengenai umurnya, lalu beliau menjawab:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ليس من المروءة أن يُخبِر الرجل بِسِنِّـه</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Bukan merupakan sikap yang bagus jika seseorang menceritakan umurnya.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Imam Malik juga pernah ditanyakan hal ini (yaitu mengenai umurnya), lantas beliau menjawab:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>أقبل على شأنك . ليس من المروءة أن يُخبِر الرجل بسنه ؛ لأنه إن كان صغيرا استحقروه ، وإن كان كبيرا استهرموه .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku terima maksudmu. Bukan merupakan sikap yang bagus jika seseorang menceritakan umurnya. Jika dia memang muda, maka dia akan direndahkan. Jika dia memang sudah tua, maka dia akan dianggap pikun.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Renungkanlah Umurmu!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika memang engkau masih muda, sungguh amat jelek jika engkau menghabiskan umurmu hanya untuk bersenang-senang dan sering gegabah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika engkau sudah berusia senja, maka hendaklah engkau memperbaiki hal-hal yang telah engkau lalaikan. Sungguh amatlah jelek, jika orang yang sudah berusia senja malah ingin bersenang-senang saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Renungkanlah Perkataan:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>الناس صنفان ك موتى في حياتهمُ == وآخرون ببطن الأرض أحياءُ</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Manusia itu ada dua golongan. Ada yang hidup, namun sebenarnya dia mati. Namun ada pula yang berada di bawah tanah, namun mereka dalam keadaan hidup.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Engkau ingin jadi seperti apa dari dua golongan ini?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku berdiam beberapa saat dalam waktu yang lumayan lama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah selesai merenungkan, aku begitu takjub dengan sejarah hidup yang kubaca dari manusia pilihan yang begitu tersohor kabar tentang mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kitab-kitab mereka pun tersebar di berbagai penjuru dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di antara manusia-manusia istimewa ini ada yang berusia muda dan ada juga yang berusia tua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para ulama pun mengajarkan karya mereka pada para penuntut ilmu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[Berikut sejarah dua golongan tersebut]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Coba kita perhatikan Asy Syaikh Hafizh Hakamiy rahimahullah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beliau memiliki banyak karya tulis dalam aqidah dan ilmu lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pasti engkau akan kagum dengan sejarah hidupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lihatlah beliau lahir pada tahun 1342 H dan meninggal dunia pada tahun 1377 H!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berapa umur beliau ketika meninggal dunia?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Umurnya hanya 35 tahun saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Begitu besar pengaruhnya bagi manusia (melalui karya-karyanya) dan dia mati dalam usia muda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagaimana jika dia hidup dalam waktu yang lebih lama lagi [?]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelum Al Hakami, ada pula Al Imam An Nawawi rahimahullah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beliau memiliki karya tulis yang amat banyak. Beliau meninggal dunia pada usia 45 tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Stop!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kita berhenti membicarakan sejarah ulama yang mati dalam usia muda di atas, namun meninggalkan karya yang bermanfaat bagi umat. Sekarang, marilah kita beralih ke sejarah sebagian ulama yang menuntut ilmu setelah usia 40 tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ingatlah, tidak ada usia muda dalam menuntut ilmu. Begitu pula tidak ada usia tua dalam belajar dan mendalami agama ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lihatlah pada biografi Syibl bin ‘Abbad Al Makkiy. Beliau menuntut ilmu agama setelah berusia 50 tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lihatlah pula kehidupan Abi Nashr At Tammaar beliau melakukan perjalanan dalam menuntut ilmu setelah usia 60 tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perhatikanlah kehidupan Asy Syaikh Hafizh Hakamiy, bagaimana pengaruh beliau bagi umat melalui karyanya? Bukankah mendatangkan banyak manfaat?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Renungkan pula perjalanan hidup orang-orang pilihan di atas yang belajar dan menuntut ilmu baru setelah berusia senja, namun lihatlah jejak-jejak melalui karya mereka yang ditinggalkan bagi umat ini?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak ada udzur lagi bagimu ketika engkau menyia-nyiakan umurmu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudah seharusnya engkau memperhatikan umurmu dan selalu melihat bagaimana orang lain memanfaatkan umurnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bakr bin ‘Abdillah mengatakan, “Jika engkau melihat orang yang lebih tua darimu, maka katakanlah: Orang ini lebih beriman dan lebih banyak memiliki amal sholeh dariku, maka dia lebih baik dariku. Namun jika engkau melihat orang yang lebih muda darimu, maka katakanlah: Aku lebih banyak berbuat dosa dan maksiat daripada dia, maka dia lebih baik dariku.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika engkau masih berada di usia muda, maka janganlah katakan: jika berusia tua, baru aku akan beramal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika engkau sudah berada di usia tua, apa lagi yang engkau tunggu [?]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah usia tua yang ada hanya kematian yang menunggu [!]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sungguh menyenangkan jika seseorang bergegas melalukan kebaikan lalu dia meninggalkan bekas sehingga ada yang memanfaatkannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beramallah untuk dirimu sebelum datang kematianmu. Ingatlah, dzikir bagi seseorang adalah umur kedua baginya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel http://rumaysho.com/</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yogyakarta, 7 Shafar 1430 H</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fokarliska.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fokarliska.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fokarliska.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fokarliska.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fokarliska.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fokarliska.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fokarliska.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fokarliska.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fokarliska.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fokarliska.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fokarliska.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fokarliska.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fokarliska.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fokarliska.wordpress.com/1000/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=1000&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fokarliska.wordpress.com/2011/11/27/renungan-berapa-umur-yang-telah-engkau-habiskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60c00f43d3681b2cdbc15f0562c05f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fokarliska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kufurnya Teori Evolusi Darwin</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com/2011/11/27/kufurnya-teori-evolusi-darwin/</link>
		<comments>http://fokarliska.wordpress.com/2011/11/27/kufurnya-teori-evolusi-darwin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 18:54:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOKARLISKA SMA N 5 Surakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fokarliska.wordpress.com/?p=993</guid>
		<description><![CDATA[Soal: Pada tahun lalu, saya mempelajari -di dalam buku sejarah, dan buku ini membenarkannya- bahwa asal muasal manusia adalah dari monyet. Lalu monyet ini berubah (menjadi manusia) seiring dengan berlalunya waktu. Apakah hal benar ataukah dia bertentangan dengan keterangan yang datang dalam Al-Qur`an Al-Karim tentang asal monyet? Berikanlah penjelasan kepada kami -semoga Allah memberi taufiq kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=993&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_997" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://fokarliska.files.wordpress.com/2011/11/374100_10150409231878260_155408083259_8355232_1101915705_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-997" title="teori darwin" src="http://fokarliska.files.wordpress.com/2011/11/374100_10150409231878260_155408083259_8355232_1101915705_n.jpg?w=300&#038;h=277" alt="teori darwin" width="300" height="277" /></a><p class="wp-caption-text">teori darwin</p></div>
<p style="text-align:justify;">Soal:<br />
Pada tahun lalu, saya mempelajari -di dalam buku sejarah, dan buku ini membenarkannya- bahwa asal muasal manusia adalah dari monyet. Lalu monyet ini berubah (menjadi manusia) seiring dengan berlalunya waktu.<br />
Apakah hal benar ataukah dia bertentangan dengan keterangan yang datang dalam Al-Qur`an Al-Karim tentang asal monyet?</p>
<p>Berikanlah penjelasan kepada kami -semoga Allah memberi taufiq kepada anda- agar kami bisa meyakininya. Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.<br />
<span id="more-993"></span><br />
Jawab:<br />
Asy-Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rahimahullah menjawab:<br />
“Ucapan ini tidak benar, maksud saya ucapan bahwa asal muasal manusia adalah monyet. Bahkan orang yang mengucapkan ucapan ini, sebenarnya dialah yang monyet, terhapus akal dan terhapus bashirahnya. Karenanya lebih pantas jika kita katakan dia sebagai monyet, bukannya manusia walaupun tubuhnya tubuh manusia.”</p>
<p>Kemudian beliau berkata selanjutnya:<br />
“Ucapan ini tidak benar, bahwa asal muasal manusia adalah monyet. Dan meyakininya adalah kekafiran karena merupakan tindakan mendustakan Al-Qur`an. Hal itu karena Allah Ta’ala telah menjelaskan bahwa asal penciptaan manusia adalah dari tanah, dengan diciptakannya Adam alaihissalam sebagai nenek moyangnya manusia. Kemudian Allah Ta’ala menjadikan (baca: menciptakan) anak keturunannya (Adam) dari air yang hina (sperma).</p>
<p>Sementara monyet yang kita kenal adalah jenis lain dari makhluk (Allah). Dia adalah makhluk yang diciptakan sudah demikian asalnya, Allah Tabaraka wa Ta’ala menciptakannya dengan sifat seperti itu. Sama seperti keledai, anjing, baghal, kuda, onta, sapi, kambing, rusa, ayam, dan selainnya.</p>
<p>Karenanya tidak boleh ada seorangpun, bahkan tidak boleh bagi negara Islam yang menyandarkan dirinya kepada Islam untuk menjadikan hal ini sebagai kurikulum dalam sekolah-sekolah mereka. Bahkan wajib atas (pemerintah) negara tersebut untuk menghilangkan ilmu ini dari sekolah-sekolah mereka. Karena jika siswa tumbuh dengan keyakinan seperti ini sejak kecilnya, maka dia akan sulit untuk terlepas darinya. Bahkan saya menilai tidak bolehnya untuk mengajarkan hal ini di sekolah-sekolah walaupun itu dalam rangka untuk membantah dan menyanggahnya. Akan tetapi ilmu ini dibantah tanpa harus diajarkan di sekolah-sekolah. Karena meletakkan sesuatu lalu berusaha untuk mencabutnya akan menimbulkan mafsadat. Akan tetapi tidak meletakkannya (baca: mengajarkannya) dari awal sama sekali itu lebih baik daripada meletakkannya kemudian baru dicabut (baca: dibantah) dan disanggah.”</p>
<p>[Selesai diterjemahkan dari kaset Nur Ala Ad-Darb no. 55]</p>
<p><a href="http://al-atsariyyah.com/kufurnya-teori-evolusi-darwin.html" rel="nofollow nofollow" target="_blank">http://al-atsariyyah.com/kufurnya-teori-evolusi-darwin.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fokarliska.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fokarliska.wordpress.com/993/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fokarliska.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fokarliska.wordpress.com/993/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fokarliska.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fokarliska.wordpress.com/993/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fokarliska.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fokarliska.wordpress.com/993/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fokarliska.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fokarliska.wordpress.com/993/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fokarliska.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fokarliska.wordpress.com/993/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fokarliska.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fokarliska.wordpress.com/993/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=993&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fokarliska.wordpress.com/2011/11/27/kufurnya-teori-evolusi-darwin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60c00f43d3681b2cdbc15f0562c05f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fokarliska</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fokarliska.files.wordpress.com/2011/11/374100_10150409231878260_155408083259_8355232_1101915705_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">teori darwin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sangat Sedih Rasanya, saat orangtuaku berkata kepada saya: &#8220;Terima kasih ya nak atas pemberiannya&#8230;&#8221;</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com/2011/01/20/sangat-sedih-rasanya-saat-orangtuaku-berkata-kepada-saya-terima-kasih-ya-nak-atas-pemberiannya/</link>
		<comments>http://fokarliska.wordpress.com/2011/01/20/sangat-sedih-rasanya-saat-orangtuaku-berkata-kepada-saya-terima-kasih-ya-nak-atas-pemberiannya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 10:33:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOKARLISKA SMA N 5 Surakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fokarliska.wordpress.com/?p=989</guid>
		<description><![CDATA[Si Fulan berkata kepada penulis: &#8220;Hati saya sangat sakit sekali, perasaan saya hancur, sedih, malu, haru, semua rasa bercampur, ketika orangtua saya berkata kepada saya: &#8220;Terima kasih ya nak…, atas pemberiannya&#8221;, Penulis bertanya: &#8220;Coba ceritakan dari awalnya, mungkin akan lebih jelas kejadiannya&#8221;. Si Fulan kemudian bercerita: &#8220;Ceritanya, orangtua saya minta dikirimi uang dalam jumlah tertentu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=989&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Si Fulan berkata kepada penulis: &#8220;Hati saya sangat sakit sekali, perasaan saya hancur, sedih, malu, haru, semua rasa bercampur, ketika orangtua saya berkata kepada saya: &#8220;Terima kasih ya nak…, atas pemberiannya&#8221;,</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis bertanya: &#8220;Coba ceritakan dari awalnya, mungkin akan lebih jelas kejadiannya&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Si Fulan kemudian bercerita: &#8220;Ceritanya, orangtua saya minta dikirimi uang dalam jumlah tertentu, dan mereka berkata: &#8220;Kirimkan segera ya..&#8221;, maka hari itu saya langsung transfer permintaan tersebut kepada orangtua saya, besoknya saya telpon orangtua untuk memberitahukan bahwa uangnya sudah ditransfer, saya berkata kepada orangtua: &#8220;Semoga bermanfaat&#8221;, mereka menjawab: &#8220;Uang yang kamu kirim itu sebenarnya, untuk beli celana panjang bapakmu, karena bapakmu mempunyai celana cuma satu, yang hijau itu aja, padahal beliau sering ikut kajian Islam, kalau celana kotor, maka beliau tidak bisa ikut kajian, yang jelas terima kasih ya nak…atas pemberiannya&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-989"></span>Si fulan pun terdiam sejenak sambil mengatur nafas, menahan tangis, kemudian dia berkata: &#8220;Semoga orangtua saya diampuni oleh Allah Ta&#8217;ala dari segala dosa dan kesalahan serta diberikan husnul khatimah di akhir hidup mereka, Allahumma amin&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kawan pembaca…</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita di atas adalah cerita nyata, penulis ketika mendengar cerita tersebut hanya bisa meneteskan air mata sambil mengingat-ingat ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam tentang berbakti kepada kedua orangtua:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Perintah berbakti kepada orangtua disebutkan setelah perintah beribadah kepada Allah semata, hal ini menunjukkan akan sangat tingginya kedudukan berbakti kepada orangtua di dalam Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">{وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا} [الإسراء: 23]</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya: &#8220;Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan &#8220;ah&#8221; dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia&#8221;. QS. Al Isra: 23</p>
<p style="text-align:justify;">2. Perintah berbakti kepada orangtua lebih ditekankan lagi ketika mereka sudah dalam keadaan lanjut usia, karena kalau sudah lanjut usia, mereka dalam keadaan:</p>
<p style="text-align:justify;">a. kadang tidak mempunyai tempat tinggal akhirnya tinggal di tempat anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">b. kadang tidak mempunyai penghasilan akhirnya mereka sering minta kepada anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">c. kadang menginginkan sesuatu yang kurang bermanfaat, akhirnya membuat bingung anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">d. Tua renta yang kesusahan mengerjakan kegiatan pribadi secara sewajarnya, seperti buang air besar, buang air kecil dan semisalnya yang menjijikkan, akhirnya anaknya yang mengurusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari sinilah rahasianya, Allah Ta&#8217;ala memerintahkan kepada anak:</p>
<p style="text-align:justify;">a. untuk berbakti kepada orangtua,</p>
<p style="text-align:justify;">b. untuk jangan mengucapkan perkataan &#8220;ah&#8221; kepada mereka,</p>
<p style="text-align:justify;">c. untuk jangan membentak dan mengucapkan perkataan yang baik kepada mereka,</p>
<p style="text-align:justify;">terutama dalam keadaan mereka tua. Lihat Tafsir An Nasafi, 2/283.</p>
<p style="text-align:justify;">Coba perhatikan hadits di bawah ini:</p>
<p style="text-align:justify;">عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ ».</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu berkata: &#8220;Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Kehinaan baginya, kehinaan baginya, dan kehinaan baginya!!&#8221;, lalu ada yang bertanya kepada beliau: “Bagi siapakah kehinaan itu wahai Rasulullah?”, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Orang yang mendapati kedua orangtuanya dalam keadaan tua (jompo), salah satunya atau keduanya kemudian ia tidak masuk surga&#8221;. HR. Muslim</p>
<p style="text-align:justify;">3. Sungguh tidak pantas seorang anak mendapatkan ucapan terima kasih dari orangtua, karena berbakti adalah kewajiban anak, mari perhatikan riwayat berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِى مَالاً وَوَلَدًا وَإِنَّ أَبِى يُرِيدُ أَنْ يَجْتَاحَ مَالِى فَقَالَ « أَنْتَ وَمَالُكَ لأَبِيكَ ».</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya: &#8220;Jabir bin Abdullah radhiyallahu &#8216;anhuma bercerita: &#8220;Sesungguhnya ada seseorang berkata kepada Rasulullah: &#8220;Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai harta dan anak dan sesungguhnya bapakku ingin mengambil/memusnahkan hartaku&#8221;?, Rasulullah shallallahu &#8216;alaih wasallam menjawab: &#8220;Kamu dan hartamu adalah milik bapakmu&#8221;. HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh Indah perkataan Imam Qurthubi rahimahullah: “Orang yang bahagia adalah orang yang menggunakan kesempatan emas ini untuk berbakti kepada kedua orangtuanya agar ia tidak luput dari (kesempatan emas ini yaitu masuk surga) dengan meninggalnya kedua orangtuanya. Dan orang yang celaka adalah orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, terlebih lagi orang yang telah diperintahkan untuk berbakti kepada kedua orangtuanya”. Lihat Tafsir Al Qurthubi, 10/242.</p>
<p style="text-align:justify;">Kawan pembaca…Baktilah…sebelum telat!</p>
<p style="text-align:justify;">Ditulis oleh seorang anak yang menginginkan kedua orangtuanya dan seluruh orangtua kaum muslim masuk surga. Allahumma amin.</p>
<p style="text-align:justify;">Ahmad Zainuddin</p>
<p style="text-align:justify;">Dammam KSA, Selasa 14 Shafar 1432H.</p>
<p style="text-align:justify;">dari pesan masuk</p>
<p style="text-align:justify;">IPMB (Ikatan Pelajar Muslim Boyolali)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fokarliska.wordpress.com/989/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fokarliska.wordpress.com/989/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fokarliska.wordpress.com/989/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fokarliska.wordpress.com/989/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fokarliska.wordpress.com/989/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fokarliska.wordpress.com/989/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fokarliska.wordpress.com/989/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fokarliska.wordpress.com/989/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fokarliska.wordpress.com/989/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fokarliska.wordpress.com/989/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fokarliska.wordpress.com/989/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fokarliska.wordpress.com/989/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fokarliska.wordpress.com/989/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fokarliska.wordpress.com/989/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=989&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fokarliska.wordpress.com/2011/01/20/sangat-sedih-rasanya-saat-orangtuaku-berkata-kepada-saya-terima-kasih-ya-nak-atas-pemberiannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60c00f43d3681b2cdbc15f0562c05f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fokarliska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah anda suka merokok? Tahukah anda ada apa di balik haramnya rokok itu,, silahkan di simak!!</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com/2011/01/09/apakah-anda-suka-merokok-tahukah-anda-ada-apa-di-balik-haramnya-rokok-itu-silahkan-di-simak/</link>
		<comments>http://fokarliska.wordpress.com/2011/01/09/apakah-anda-suka-merokok-tahukah-anda-ada-apa-di-balik-haramnya-rokok-itu-silahkan-di-simak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2011 16:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOKARLISKA SMA N 5 Surakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fokarliska.wordpress.com/?p=985</guid>
		<description><![CDATA[-Rahasia Dibalik Haramnya Rokok- 1.Rekomendasi WHO, 10/10/1983 menyebutkan seandai nya 2/3 dari yang dibelanjakan dunia untuk membeli rokok digunakan untuk kepentingan kesehatan, niscaya bisa memenuhi kesehatan asasi manusia di muka bumi. 2.WHO juga menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok. 3.90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=985&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>-Rahasia Dibalik Haramnya Rokok-</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>1.Rekomendasi   WHO, 10/10/1983 menyebutkan seandai nya 2/3 dari yang  dibelanjakan   dunia untuk membeli rokok digunakan untuk kepentingan  kesehatan,   niscaya bisa memenuhi kesehatan asasi manusia di muka bumi.</p>
<p>2.WHO juga menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok.</p>
<p>3.90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.</p>
<p><span id="more-985"></span></p>
<p>4.Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.</p>
<p>5.20 batang rokok perhari menyebabkan berkurangnya 15% haemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.</p>
<p>6.Prosentase kematian orang yang berusia 46 tahun atau lebih adalah 25 % lebih bagi perokok.</p>
<p><strong>Dugaan-dugaan Dusta </strong></p>
<p>1.Merokok   membantu berfikir, padahal kenyataannya merokok bisa  menceraiberaikan   pikiran, mengurangi konsentrasi berfikir karena rokok  menyebabkan   penyempitan nafas dan keringnya tenggorokan.</p>
<p>2.Merokok membantu   menenangkan urat saraf, padahal sebaliknya rokok  berpengaruh buruk pada   urat saraf, sebagaimana ia menyebabkan kencang  nya detak jantung dan   itu sangat berbahaya.</p>
<p>3.Merokok memperbanyak teman dengan saling   menawar kan rokok dan  berbasa-basi di dalamnya. Ternyata inipun  keliru,  sebab pada  kenyataannya teman-teman yang dimaksud adalah  teman-teman  buruk.</p>
<p>4.Merokok menghilangkan rasa lelah, padahal  justeru  menambah  kelelahan dan kepayahan karena tergang gunya banyak  organ  tubuh, seperti  urat saraf, alat pencernaan dsb.</p>
<p>5.Merokok  bisa  mengusir kesedihan dan kegalauan, padahal ia  mendatangkan  kesedihan,  kegalauan dan bencana, di antaranya karena ia  harus terus  merogoh  kantongnya, dan dengan merokok berarti ia secara   terang-terangan  melakukan maksiat kepada Allah.</p>
<p><a href="http://fokarliska.files.wordpress.com/2011/01/bahaya-kandungan-rokok.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-986" title="bahaya-kandungan-rokok" src="http://fokarliska.files.wordpress.com/2011/01/bahaya-kandungan-rokok.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p><strong>Bahaya Merokok</strong></p>
<p>Merokok sangat berbahaya dan merusak kesehatan.Di antara bahaya merokok adalah:</p>
<p>1.Melemahkan iman dan menjauhkan diri dari Tuhan.</p>
<p>2.Mengurangi nafsu makan.</p>
<p>3.Menyebabkan penyakit TBC.</p>
<p>4.Menyebabkan sesak nafas.</p>
<p>5.Menyebabkan sulitnya pencernaan makanan.</p>
<p>6.Menyebabkan rusaknya hati.</p>
<p>7.Menyebabkan berhentinya detak jantung.</p>
<p>8.Menyebabkan penyakit kanker.</p>
<p>9.Menyebabkan batuk dan lendir.</p>
<p>10.Menyebabkan lemas dan kurus.</p>
<p>11.Menyebabkan luka lambung.</p>
<p>12.Menyebabkan kebakaran.</p>
<p>13.Menyebabkan keengganan isteri terhadap suaminya.</p>
<p>Mungkin   beberapa penyakit di atas belum tampak pada masa muda karena  daya   tahan tubuh yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala. Tetapi pada  masa   tua, berbagai penyakit itu akan bereaksi kecuali jika Allah    menghendaki yang lain.</p>
<p><strong>Bagaimana Memerangi Rokok ? </strong></p>
<p>Tak disangsikan bahwa setiap penyakit ada obatnya. Adapun untuk mengatasi kecanduan merokok di antaranya adalah hal-hal berikut:</p>
<p>1.Tarbiyah (pendidikan) keimanan yang sungguh-sung guh untuk setiap individu masyarakat.</p>
<p>2.Adanya teladan yang baik saat di rumah, sekolah dan lingkungan lainnya.</p>
<p>3.Melarang para guru merokok di depan murid-murid nya terutama yang masih berusia belia.</p>
<p>4.Penerangan yang gencar dan intensif tentang bahaya merokok.</p>
<p>5.Membebankan pajak yang tinggi terhadap berbagai jenis rokok.</p>
<p>6.Melarang merokok di tempat-tempat kerja, stasiun, bandara dan tempat-tempat umum lainnya.</p>
<p>7.Menyebarkan fatwa para ulama yang menjelaskan tentang haramnya rokok.</p>
<p>8.Menyebarkan nasihat-nasihat dan peringatan-peringa tan para dokter tentang bahaya rokok.</p>
<p>9.Peringatan tentang bahaya rokok dalam ceramah-ceramah, khutbah dan lainnya.</p>
<p>10.Nasihat secara pribadi kepada perokok.</p>
<p><strong>Serba-serbi Rokok </strong></p>
<p>1.Setiap harinya ada 44 orang meninggal dunia di Inggris akibat rokok.</p>
<p>2.Setengah batang terakhir rokok mengandung zat yang jauh lebih berbahaya dari setengah yang pertama.</p>
<p>3.Pemerintah   Italia pada tahun 1962 melalui UU. No. 65 melarang  melakukan iklan   rokok dan berbagai hal yang berkaitan dengannya.</p>
<p>4.Sebagian dokter   berkata, dalil-dalil sangat kuat sehing ga sampai  pada tingkat tidak   ada jalan lain menurut perasaan kita sebagai dokter  yang bertanggung   jawab terhadap kesehatan umat manusia kecuali kita  harus memperingatkan   masyarakat dari bahaya rokok yang mengancam mereka.  Karena itu mereka   harus berhen ti merokok!</p>
<p>5.Syaikh Muhammad bin Abdullah  Al-Masuti  sangat keras dalam hal  rokok, sehingga buku-buku yang  ditulisnya banyak  membahas tentang  haramnya rokok, di antaranya:</p>
<p>&#8220;Pemahaman dan Penjelasan tentang Bahaya Tembakau yang dikenal dengan Nama Rokok&#8221;</p>
<p>&#8220;Mutiara-mutiara Pilihan dalam Penjelasan Tentang Haramnya Tembakau yang dikenal dengan Nama Rokok.&#8221;</p>
<p>&#8220;Penjelasan dan Keterangan Tentang Haramnya Merokok.&#8221;</p>
<p>Dan dikatakan bahwa rokok dikenal di dunia Arab dan dunia Islam pada umumnya sekitar tahun 1012 H.</p>
<p><strong>Perlakuan Terhadap Perokok Tempo Dulu </strong></p>
<p>Syaikh   Abdullah bin Muhammad rahimahullah berkata: &#8220;Adapun orang yang    mengisap rokok, jika ia mengisapnya setelah mengetahui hukumnya haram,    maka ia dicambuk 80 kali dengan cambukan ringan yang tidak    membahayakannya. Dan jika dia mengisapnya karena kebodohannya maka tidak    ada sangsi atasnya dan ia diperintahkan bertobat dan beristighfar.  Dan   jika ada orang mengatakan, rokok itu tidak haram, juga tidak  halal,  maka  dia adalah orang bodoh yang tidak mengerti apa yang  dikatakannya.   Beliau juga mengatakan, &#8216;Orang yang menanam tembakau  harus dihukum,  juga  orang yang menyimpannya di dalam rumah atau  mengisapnya, dia harus   dihukum.&#8217;</p>
<p><strong>Fatwa-fatwa</strong></p>
<p>Ditanyakan   kepada Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, &#8216;Apa hukum  mengisap   rokok berikut dalil nya dari Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadits?&#8217;</p>
<p>Jawab: Rokok adalah haram. Dalilnya adalah firman Allah:</p>
<p>&#8220;Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu.&#8221; (An-Nisa: 29)</p>
<p>&#8220;Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam kebinasaan.&#8221; (Al-Baqarah: 195)</p>
<p>&#8220;Dan   janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna   akalnya  harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah   sebagai  pokok kehidupan.&#8221; (An-Nisa: 5)</p>
<p>Lalu Allah dalam  banyak  ayatNya melarang kita berlaku boros. Dan, tak  diragukan lagi  membeli  rokok adalah pemborosan dan sekaligus perusakan  kesehatan,  sehingga  termasuk hal yang dilarang. Dalam Sunnah Rasulullah   shallallahu &#8216;alaihi  wasallam melarang membuang-buang harta. Dan tentu   membelanjakan uang  untuk rokok adalah mem buang uang. Rasulullah   shallallahu &#8216;alaihi  wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Tidak boleh mendatangkan bahaya dan membalasnya dengan bahaya.&#8221;</p>
<p>Dan   semua tahu, merokok sangat membahayakan. Di samping itu, jika telah    kecanduan rokok, seseorang akan sakit dan sesak dadanya jika tak    mendapatkannya. Padahal itu sama dengan memaksakan untuk dirinya sesuatu    yang tidak ia perlukan.</p>
<p><strong>Akhir yang Memilukan</strong></p>
<p>Ia   seorang pemuda berusia 25 tahun dan pecandu rokok selama    bertahun-tahun. Suatu ketika ia masuk ke rumah sakit karena sakit    mendadak, yakni lemah jantung. Selama berhari-hari ia dirawat di ruang    gawat darurat dengan berbagai peralatan kedokteran yang canggih. Dokter    yang menangani pasien tersebut menyarankan kepada para perawat agar    pasiennya itu dijauhkan dari rokok, karena rokok itulah penyebab utama    sakitnya, bahkan dokter memerintahkan agar setiap yang besuk diperiksa    agar tidak secara sembunyi-sembunyi memberi kan rokok kepadanya.  Selang   beberapa lama kesehatannya pulih lagi. Ia kembali melakukan    kegiatan-kegiatannya. Namun satu hal, ia tidak mengindahkan nasihat    dokter agar berhenti merokok.</p>
<p>Suatu hari, pemuda tersebut   hilang, orang-orang pun sibuk mencarinya.  Mereka akhirnya menemukan   pemuda tersebut tergeletak tewas di sebuah  kamar mandi dengan memegang   rokok. Kita berlindung kepada Allah dari  kesudahan yang demikian.</p>
<p><strong>Bagaimana Meninggalkan Kebiasaan Merokok? </strong></p>
<p>Sekarang,   Anda insya Allah telah terbuka untuk meyakini haramnya rokok.  Juga,   Anda telah meyakini bahaya-bahayanya, baik terhadap diri Anda  sendiri   maupun terhadap masyarakat. Mudah-mudahan Allah memudahkan Anda    bertobat. Inilah yang diharapkan dari Anda. Jika Anda telah berusaha    kuat meninggal kan kebiasaan merokok, maka ikutilah langkah-langkah    berikut ini:</p>
<p>1.Setelah engkau ketahui bahaya-bahaya rokok,   mulailah berfikir  untuk meninggalkannya dan kuatkan keya kinanmu  untuk  itu dengan  bertawakkal penuh kepada Allah.</p>
<p>2.Buatlah  evaluasi  harian tentang keburukan-keburukan rokok terhadap  dirimu,   teman-temanmu, anak-anakmu, tetangga-tetanggamu dan lainnya.</p>
<p>3.Jauhkanlah   dirimu semampu mungkin dari merokok dan asap rokok.  Usahakan untuk   selalu berada pada udara yang bersih dan sibukkanlah  dirimu dengan   hal-hal yang bermanfaat.</p>
<p>4.Jika engkau telah mengetahui bahaya   rokok dan engkau yakini  haramnya, maka hendaknya engkau membenci dan   meninggalkannya karena  Allah, dan jauhilah dari berteman dengan para   perokok.</p>
<p>5.Pakailah sikat gigi, siwak atau sejenisnya jika engkau diserang keinginan merokok kembali.</p>
<p>6.Kurangilah minum teh dan kopi, perbanyak makan buah-buahan dan makanan yang bergizi lainnya.</p>
<p>7.Usahakan   setiap pagi setelah sarapan engkau minum juice jeruk,  apel atau   buah-buahan lainnya karena ia bisa mengurangi keinginan  merokok.</p>
<p>8.Ketahuilah,   barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya  Allah akan   menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya,  dalam waktu   dekat atau jauh.</p>
<p>9.Dan terakhir, hendaknya semua itu dilakukan   dengan ikhlas, serta  keinginan kuat untuk meninggalkannya yang terbit   dari dalam hatimu  sendiri. (ain).</p>
<p>Disadur dari kitab:</p>
<p>RASA&#8217;ILUT TAUBAH MINAT TADKHIN MUHAMMAD BIN IBRAHIM AL-HURAIQ</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fokarliska.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fokarliska.wordpress.com/985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fokarliska.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fokarliska.wordpress.com/985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fokarliska.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fokarliska.wordpress.com/985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fokarliska.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fokarliska.wordpress.com/985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fokarliska.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fokarliska.wordpress.com/985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fokarliska.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fokarliska.wordpress.com/985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fokarliska.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fokarliska.wordpress.com/985/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=985&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fokarliska.wordpress.com/2011/01/09/apakah-anda-suka-merokok-tahukah-anda-ada-apa-di-balik-haramnya-rokok-itu-silahkan-di-simak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60c00f43d3681b2cdbc15f0562c05f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fokarliska</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fokarliska.files.wordpress.com/2011/01/bahaya-kandungan-rokok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bahaya-kandungan-rokok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEGAR SAMPAI MATI [Download Kajian]</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com/2011/01/02/tegar-sampai-mati-download-kajian/</link>
		<comments>http://fokarliska.wordpress.com/2011/01/02/tegar-sampai-mati-download-kajian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 16:36:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOKARLISKA SMA N 5 Surakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download Audio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fokarliska.wordpress.com/?p=982</guid>
		<description><![CDATA[Pemateri :Ustadz Afifi Abdul Wadud (Pengasuh Ma&#8217;had Jamilurrohman dari Jogjakarta) Tempat : Masjid Umar bin Khottob Kartasura Sukoharjo Tanggal: 2 Januari 2011 Link download http://www.4shared.com/file/Dc5BZdi2/Tegar_sampai_mati.html<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=982&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Pemateri :Ustadz Afifi Abdul Wadud (Pengasuh Ma&#8217;had Jamilurrohman dari Jogjakarta)</p>
<p>Tempat : Masjid Umar bin Khottob Kartasura Sukoharjo</p>
<p>Tanggal: 2 Januari 2011</p>
<p><span id="more-982"></span></p>
<p>Link download <a rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/file/Dc5BZdi2/Tegar_sampai_mati.html" target="_blank">http://www.4shared.com/file/Dc5BZdi2/Tegar_sampai_mati.html</a></p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fokarliska.wordpress.com/982/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fokarliska.wordpress.com/982/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fokarliska.wordpress.com/982/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fokarliska.wordpress.com/982/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fokarliska.wordpress.com/982/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fokarliska.wordpress.com/982/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fokarliska.wordpress.com/982/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fokarliska.wordpress.com/982/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fokarliska.wordpress.com/982/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fokarliska.wordpress.com/982/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fokarliska.wordpress.com/982/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fokarliska.wordpress.com/982/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fokarliska.wordpress.com/982/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fokarliska.wordpress.com/982/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=982&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fokarliska.wordpress.com/2011/01/02/tegar-sampai-mati-download-kajian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60c00f43d3681b2cdbc15f0562c05f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fokarliska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syarah Hadits Arba&#8217;in ke 1</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com/2010/12/19/syarah-hadits-arbain-ke-1/</link>
		<comments>http://fokarliska.wordpress.com/2010/12/19/syarah-hadits-arbain-ke-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Dec 2010 22:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOKARLISKA SMA N 5 Surakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download Audio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fokarliska.wordpress.com/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[Pemateri: USTAD MAHFUL SAFRUDIN,LC Materi : Syarah Hadits Arba&#8217;in An-Nawawi &#62;&#62;&#62; hadits ke 1 Kajian perdana, Ahad 19 Desember 2010,pukul 08.30-dzuhur. Bertempat di Masjid An-Nur, SMAN 1 Gemolong, Sragen.﻿ Download Kajian semoga bermanfaat<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=980&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Pemateri: USTAD MAHFUL SAFRUDIN,LC</p>
<p>Materi : Syarah Hadits Arba&#8217;in An-Nawawi &gt;&gt;&gt; hadits ke 1</p>
<p>Kajian perdana, Ahad 19 Desember 2010,pukul 08.30-dzuhur.</p>
<p>Bertempat di Masjid An-Nur, SMAN 1 Gemolong, Sragen.﻿</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/SuQFb-Jz/hadist_arbain_ke_1_ust_mahful.html">Download Kajian</a></p>
<p>semoga bermanfaat</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fokarliska.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fokarliska.wordpress.com/980/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fokarliska.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fokarliska.wordpress.com/980/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fokarliska.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fokarliska.wordpress.com/980/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fokarliska.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fokarliska.wordpress.com/980/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fokarliska.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fokarliska.wordpress.com/980/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fokarliska.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fokarliska.wordpress.com/980/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fokarliska.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fokarliska.wordpress.com/980/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=980&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fokarliska.wordpress.com/2010/12/19/syarah-hadits-arbain-ke-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60c00f43d3681b2cdbc15f0562c05f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fokarliska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOWNLOAD AUDIO: Ada Apa Di Balik Musibah?</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com/2010/12/12/download-audio-ada-apa-di-balik-musibah/</link>
		<comments>http://fokarliska.wordpress.com/2010/12/12/download-audio-ada-apa-di-balik-musibah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 07:46:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOKARLISKA SMA N 5 Surakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download Audio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fokarliska.wordpress.com/?p=975</guid>
		<description><![CDATA[Ada apa di balik musibah yang menimpa negeri kita tercinta?? Sebab apa yang dapat kita tempuh agar negara kita makmur dan aman sentosa?? Simak pula pemaparan al ustadz Abu Kholil Mujahid tentang kisah negeri Saba&#8217; (sekarang dikenal dengan nama Ma&#8217;rib, Yaman) dahulu kala yang di pimpin oleh Ratu Bilqis, negeri yang sangat makmur yang kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=975&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Ada apa di balik musibah yang menimpa negeri kita tercinta?? Sebab apa yang dapat kita tempuh agar negara kita makmur dan aman sentosa?? Simak pula pemaparan al ustadz Abu Kholil Mujahid tentang kisah negeri Saba&#8217; (sekarang dikenal dengan nama Ma&#8217;rib, Yaman) dahulu kala yang di pimpin oleh Ratu Bilqis, negeri yang sangat makmur yang kemudian Alloh mengazab negeri tersebut karena kesyirikan mereka, yaitu dengan menyembah matahari.</em></p></blockquote>
<p>Untuk selengkapnya, silahkan simak kajian berikut:<span id="more-975"></span></p>
<p>Tema: <strong>ADA APA DIBALIK MUSIBAH?</strong></p>
<p>Hari/tanggal: Ahad, 12 Desember 2010</p>
<p>Pemateri: <strong>Ustadz Abu Kholil Mujahid</strong> (alumni markas darul hadist Ma&#8217;rib Yaman, beliau sudah 10 tahun bermulazamah dengan Syaikh Abul Hasan Ma&#8217;rib di Yaman)</p>
<p>Tempat: masjid Annur Masaran Sragen</p>
<p><strong>Link Download</strong> : http://www.mediafire.com/?fvlpd3tn56zh36y</p>
<p>deskripsi file:</p>
<p>Size: 17,5 MB</p>
<p>Durasi: 2 jam 2 menit 20 detik</p>
<p>Semoga bermanfaat, silahkan jika ingin menyebarkan link download ini tanpa ijin terlebih dahulu..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fokarliska.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fokarliska.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fokarliska.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fokarliska.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fokarliska.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fokarliska.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fokarliska.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fokarliska.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fokarliska.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fokarliska.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fokarliska.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fokarliska.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fokarliska.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fokarliska.wordpress.com/975/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=975&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fokarliska.wordpress.com/2010/12/12/download-audio-ada-apa-di-balik-musibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60c00f43d3681b2cdbc15f0562c05f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fokarliska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Duhai Ibu, kupersembahkan baktiku untukmu</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com/2010/10/29/duhai-ibu-kupersembahkan-baktiku-untukmu/</link>
		<comments>http://fokarliska.wordpress.com/2010/10/29/duhai-ibu-kupersembahkan-baktiku-untukmu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 06:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOKARLISKA SMA N 5 Surakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fokarliska.wordpress.com/?p=973</guid>
		<description><![CDATA[Ibu ..kata pertama yang kuucapkan ketika mulai pandai berbicara. Kalimat paling indah yang pernah ku ulang-ulang … Apapun yang kukatakan, dan apapun yang kulakukan, takkan bisa aku membalas jasamu duhai ibuku. Aku takkan melupakan haribaanmu yang penuh kasih sayang Takkan kulupa malam-malam yang engkau lalui tanpa memejamkan mata sepicingpun&#8230;.Dan hari2mu yang penuh dengan keletihan. Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=973&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> Ibu ..kata pertama yang kuucapkan ketika mulai pandai berbicara.</strong></p>
<p><strong>Kalimat paling indah yang pernah ku ulang-ulang …</strong></p>
<p><strong>Apapun yang kukatakan, dan apapun yang  kulakukan, takkan bisa aku membalas jasamu duhai ibuku.</strong></p>
<p><strong>Aku takkan melupakan haribaanmu yang penuh kasih sayang</strong></p>
<p><strong>Takkan kulupa malam-malam yang engkau lalui tanpa memejamkan mata sepicingpun&#8230;.Dan hari2mu yang penuh dengan keletihan.<strong><span id="more-973"></span></strong></p>
<p></strong></p>
<p><strong>Aku   tidak lupa ketika kita semua berkumpul mengelilingi hidangan makan di   atas tikar pandan, lalu engkau mendahulukan kami dari pada dirimu  dengan  segala macam makanan dan minuman yang lezat dan enak.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Betapa   lelahnya engkau wahai ibu, ketika kami terlambat pulang di malam hari   karena bermain, seluruh penghuni rumah telah lelap, tinggallah engkau   menahan kantuk menanti kepulangan kami.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dulu,   engkau takut dan khawatir ketika kami bermain ditepi sungai..aku  ingat,  engkau pernah marah ketika aku bermain di tepian sungai lalu  memukulku,  ketika itu aku belum mengerti kenapa engkau begitu marah.  Tatkala aku  besar dan dewasa. anakmu ini mengerti. Semua itu engkau  lakukan karena  engkau mengkhawatirkan keselamatan&#8230; aku anakmu!!</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Aku   tidak akan lupa, ketika aku beranjak remaja dan pergi merantau untuk   menuntut ilmu engkau ikut bersusah payah bekerja,menumbuk tepung membuat   kue dan berjualan mengumpulkan uang dari sana dan sini untuk membantu   pendidikan kami anak-anakmu.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ya Allah .. rahmatilah ibuku</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Alangkah   sedih hatiku, setelah bertahun-tahun aku tidak pulang, ketika pertama   kali aku berdiri di hadapanmu engkau katakan,“Ini bukan anakku”. Karena   kondisi dan penampilanku yang tidak seperti engkau bayangkan… </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tak   kuasa diriku menahan air mata  mendengarnya, membuatku tersungkur   memeluk kakimu dan ketika tanganmu membelai kepalaku serasa   tetesan-tetesan embun memadamkan kesedihan dan mengobati kerinduan hati.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> Setelah perjalanan panjang yang kulalui jauh darimu, akupun pulang   ..engkau telah beranjak tua dan lemah. Sungguh engkau telah berikan   untukku dan saudara-saudaraku tahun-tahun terindah dan paling manis   dalam hidupmu</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Berapa sering engkau   membela kami. Entah berapa banyak pengorbananmu untuk kami. Engkaulah   yang telah menanggung keresahan dan kegundahan kami, engkau selalu   berusaha mewujudkan keinginan kami sekalipun kami telah besar.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dulu   dipanggil fulan .. dan hari hari ini orang memanggilku ustadz   fulan..semua itu demi Allah tidak lain dan tidak bukan karena anugerah   Allah semata kemudian karena jasamu ibu. aku ini demi Allah tidak lain   dan tidak bukan adalah satu dari sekian banyak buah kebaikanmu   ibu.Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan sebaik-baik pahala</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Wahai pemilik senyuman yg tulus, wahai pemilik hati yg dermawan dan penuh kasih sayang&nbsp;</p>
<p>Untukmu aduhai bunga yg tak pernah layu dan mata air yg bening,&nbsp;</p>
<p>Untukmu   yg telah mengusap air mataku, membasuh kotoranku, menyuapkan makan dan   minum dengan tangannya kemulutku, yg telah menjadikan haribaannya   sebagai ketenangan bagiku.&nbsp;</p>
<p>Matanya yg selalu mengawasiku.&nbsp;</p>
<p></strong></p>
<p><strong>kupersembahkan baktiku,  semoga Allah membalas segala budi baikmu.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ya   Allah jagalah ibuku dengan penjagaanMu,panjangkanlah umurnya,   perbaikilah amalannya, dan tutuplah usianya dengan amal sholeh   dijalanMu.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>IBU .. TAHUKAH ENGKAU SIAPA ITU IBU?&nbsp;</p>
<p></strong></p>
<p><strong>Dia   adalah contoh kasih sayang yang hidup di tengah kita, tidak ada yang   memandangnya dengan penghormatan dan penghargaan melainkan orang-orang   yang dikasihi Allah. Ibu adalah laksana batu karang kesabaran. Gambaran   hidup bagi&#8230;sifat pema’af dan lapang dada.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> kini aku paham arti ungkapan sebagian orang ‘mendengar bkn seperti   menyaksikan’.Aku banyak mendengar ragam ungkapan tentang besarnya   keutamaan seorang ibu.Sama seperti yg lainnya, aku mendengar semua itu   tapi hanya sebatas lewat ditelinga. Terkadang ungkapan yg indah   menggetarkan perasaanku. Kadang kala aku mengangguk-angguk kagum   mendengar bait-bait syair yg indah kemudian tidak tampak wujudnya dalam   kehidupan nyata.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> Ketika aku dapatkan diriku mengikuti fase-fase perkembangan kehamilan istriku selangkah demi selangkah.&nbsp;</p>
<p></strong></p>
<p><strong>Dan   ketika ia memasuki bulan yang kesembilan lebih sedikit. Aku bayangkan   diriku adalah bayi meringkuk di dalam rahim itu. Aku terus mengikuti  dan  mengawasi .. aku mulai merasakan sebagian makna-makna tersebut yang   sering aku dengar tentang keutamaan seorang ibu.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Aku   telah melihat  dan melihat sesuatu hal yang luar biasa,membuat kepala   menggeleng-geleng, hati tersentuh dan mata menangis. Sejak itu aku   benar-benar yakin bahwasanya ibu wanita yang agung ini, manusia tidak   akan pernah bisa membalas jasa dan budi baiknya sepanjang masa.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Betapapun indahnya untai kata sebuah puisi dan rangkai kalimat nan lembut sebuah sya’ir&nbsp;</p>
<p></strong></p>
<p><strong>Demi Allah  tidak akan ada yang bisa membalas kebaikannya kecuali Allah semata.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Di   akhir bulan yang kesembilan itu ..apa yang aku saksikan!! Aku memohon   rahmatMu ya Allah ..apakah sanggup seorang manusia menanggung semua   kepedihan dan rasa sakit itu??!!</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Aku   melihatnya menanggung semua itu dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Aku   melihatnya dan mendengarnya dan ia tidak sadar ketika ia mengerang   kesakitan aku merasakan panasnya pedih yang dirasanya berpindah langsung   ke dalam hatiku. Aku berusaha berjuang melawan diriku agar mataku  tidak  mempermalukanku.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kemudian tidak  beberapa  lama, aku dikejutkan lagi oleh dirinya yang tersenyum  melupakan  kepedihan dan rasa sakit itu, seraya menunjuk ke perutnya ia  berkata,  “Aku sangat mencintaimu bayiku, aku rindu untuk melihatmu”.  Maha suci  Allah yang melimpahkan kesabaran kepadanya untuk menanggung  kepedihan  yang bersambung dengan ruhnya.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>apabila   bergerak merasa pedih, apabila duduk merintih, apabila berbaring   meringis, apabila berjalan letih, apabila berusaha tidur untuk rehat   sejenak tidak sanggup. Dia tidak bisa berbolak-balik ditempat tidurnya   seenaknya seperti sebelum ia mengandung bayi itu.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> Namun begitu ia masih saja sibuk dengan mengatur, membersihkan,   merapikan dan mengurus urusan rumah. Serta mengasuh anak-anaknya yang   masih kecil; memberi makan,memandikan dan menidurkan mereka. Itu semua   dilakukannya sendiri bagaikan mengangkat sebuah gunung.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dan  setelah itu  ia masih berujar kepada kesabaran dengan tersenyum, “hai  sabar, ambillah pelajaran dariku. Hai sabar, ambillah pelarajan dariku”.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Cobalah   dirimu menjadi seorang ibu. Apakah sanggup seorang laki-laki untuk   tinggal bersama seorang bayi usia dua atau tiga tahun sepanjang hari   kalau tidak dia akan menyumpah serapah atau memaki dirinya sendiri   karena kesal atau menyesal.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Demi Allah, hanya seorang ibu saja yang sanggup menanggung itu dengan ridho, rela dan senyuman.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Alangkah   indahnya pemandangan ketika seorang  ibu duduk dan di sekelilingnya   duduk pula anak-anaknya yang masih kecil, tak obahnya anak-anak burung   yang membuka paruhnya supaya ibunya menyuapkan makanan.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sang   ibu membujuk ini untuk makan, bercanda dengan yang lainnya sambil   menyuapkannya, dan memberi minum anaknya yang lain setelah berulangkali   merayunya. Serta tertawa dengan yang paling kecil agar mau menyantap   makanannya.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> Semua itu ia lakukan  sambil   duduk ditengah-tengah mereka dengan posisi yang tidak mengenakkan,   hampir-hampir saja seluruh persendiannya menjerit, mengaduh menahan   sakit. Namun begitu ia tetap tersenyum dan memberi semangat anak-anaknya   agar mau makan. </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kemudian tiba-tiba ia   menjerit pelan, ia barusaja menerima tendangan bayi di dalam perutnya   maka ia segera memperbaiki posisi duduknya, setelah itu ia kembali   tersenyum seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu.&nbsp;</p>
<p></strong></p>
<p><strong>Lantas, janinnya kembali memberikan pukulan dan tendangan lagi seolah-olah ia berkata kepada ibunya, “Aku disini ibu”.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sang   ibu gembira dengan pukulan dan tendangan janinnya, sedangkan janinnya   tidak membiarkannya beristirahat barang sejenak.Apabila tidak terasa   gerakan janinnya ia takut dan cemas, apabila bergerak ia gembira dan   senang.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Subhanallah, beragam rasa sakit   dan deritayang saya kira kalau ditimpakan kepada seorang laki-laki   berotot barangkali ia akan menjerit sampai terdengar oleh   tetangga-tetangganya.&nbsp;</p>
<p>Adapun dia, tetap  sabar mengharapkan ridho Allah, bahkan&#8230;tersenyum dan tertawa.&nbsp;</p>
<p></strong></p>
<p><strong>Semoga rahmat Allah untuknya, ramat Allah atasnya dan rahmat Allah bersamanya.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apabila   telah lewat usia kandungan Sembilan bulan, dan telah dekat saat   keluarnya janin ke dunia, datanglah musibah itu. Si janin tidak ingin   tinggal lagi dirahim ibunya, tapi dia tidak juga keluar dengan suka rela   ke dunia fana ini. Ketika itulah rasa sakit yang tidak   tertahankan,derita yang tidak ringan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apakah engkau mengira sakit dan pedih itu berakhir sampai disitu saja?!</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kemudian   sering pula janin tidak keluar kecualidengan paksaan, sehingga kadang   daging harus disayat, perut dibelah atau di vakum .. kemudian rasa  sakit  kian bertambah ketika janin mulai keluar ..darah berpacu dengan  janin  dan kematian  serasa di ambang mata, terkadang kematian yang  lebih  dahulu dan si ibupun mati&#8230;sementara janinnya yang hidup.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apabila   sang ibu dikaruniahi usia yang panjang ia sadar setelah menghadapi   kondisi yang berat ini, lalu apabila ia melihat bayinya terbaring   disisinya, ia pun tersenyum .. hilang rasa sakit, lupa derita yang baru   saja dilaluinya.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ya Allah yang Maha   pengasih lagi Maha penyayang, alangkah menakjubkannya kasih sayang   seorang ibu dan kerinduan kepada bayinya. Ia berjuang menghadapi rasa   sakit dan kematian kemudian ia berangan-angan rela mati untuk kehidupan   bayinya.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>- &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; -</p>
<p><em>Oleh Ustadz Abu Zubair Al Hawary, Lc. </em></p>
<p><em>Untaian bait di atas juga beliau sampaikan ketika beliau mengisi kajian ttg Berbakti Kepada Ibu Di Klaten 24 oktober 2010..</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fokarliska.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fokarliska.wordpress.com/973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fokarliska.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fokarliska.wordpress.com/973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fokarliska.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fokarliska.wordpress.com/973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fokarliska.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fokarliska.wordpress.com/973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fokarliska.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fokarliska.wordpress.com/973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fokarliska.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fokarliska.wordpress.com/973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fokarliska.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fokarliska.wordpress.com/973/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=973&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fokarliska.wordpress.com/2010/10/29/duhai-ibu-kupersembahkan-baktiku-untukmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60c00f43d3681b2cdbc15f0562c05f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fokarliska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat untuk calon pendamping hidupku</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com/2010/10/18/surat-untuk-calon-pendamping-hidupku/</link>
		<comments>http://fokarliska.wordpress.com/2010/10/18/surat-untuk-calon-pendamping-hidupku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 14:51:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOKARLISKA SMA N 5 Surakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fokarliska.wordpress.com/?p=965</guid>
		<description><![CDATA[untuk seseorang,  yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, Insya Allah Aku tahu cinta itu buta, untuk itulah aku tidak ingin meraba-raba dan menerka lalu mencoba cinta bukanlah makanan, meskipun rasanya sama, kadang pahit, manis dan hambar, setelah dicoba baru tahu rasanya aku menyerahkan semuanya padaNya, karena DIA lah yang telah menuliskannya di dalam Lauhul mahfuzNya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=965&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://fokarliska.files.wordpress.com/2010/10/surat.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-966" title="surat" src="http://fokarliska.files.wordpress.com/2010/10/surat.gif?w=300&#038;h=285" alt="" width="300" height="285" /></a>untuk seseorang,  yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, Insya Allah</em></p>
<p><em>Aku tahu cinta itu buta, untuk itulah aku tidak ingin meraba-raba dan menerka lalu mencoba</em></p>
<p><em>cinta bukanlah makanan, meskipun rasanya sama, kadang pahit, manis dan hambar, setelah dicoba baru tahu rasanya</em></p>
<p><em>aku menyerahkan semuanya padaNya, karena DIA lah yang telah menuliskannya di dalam Lauhul mahfuzNya</em></p>
<p><em>jauh, jauh sebelum DIA menciptakan kita</em></p>
<p><em>untuk apa, untuk apa aku membuang waktu, tenaga, harta pada sesuatu yang memang bukan bagian takdirku sekuat apapun aku memaksa, ikatan itu akan terlepas juga</em></p>
<p><span id="more-965"></span></p>
<p><em>namun DIA lah yang telah menciptakan akibat, untuk itulah aku mengambil sebab</em></p>
<p><em>tidak mungkin aku akan sampai di seberang jika tidak mengayuhkan sampan</em></p>
<p><em>biarlah waktuku habis untuk menuntut ilmu syar&#8217;i, belajar dan berikhtiar</em></p>
<p><em>masih banyak sekali  yang aku belum ketahui dari din yang mulia ini</em></p>
<p><em>akidah, akhlak, manhaj, dan banyak hal lain yang lebih mendesak daripada memikirkan siapa yang pantas untuk menjadi pendamping</em></p>
<p><em>masih banyak kitab-kitab yang belum aku fahami</em></p>
<p><em>riyadhus shalihin, bulugul marram, faatul baari, al-jawabul kafi, ushul tsalatsah , kitabul tauhid</em></p>
<p><em>di zaman yang membutuhkan pemahaman yang benar ini</em></p>
<p><em>sedang waktu tidak pernah mau menoleh dan kembali</em></p>
<p><em>jika telah sampai waktunya, maka DIA akan mempertemukan kita dalam satu kata &#8220;khitbah&#8221;</em></p>
<p><em>tak perlu ku bersedih atas sesuatu yang memang bukan bagianku</em></p>
<p><em>dan tak perlu aku khawatir, karena aku pasti mendapatkan jatahku</em></p>
<p><em>maharku   hanyalah doa, &#8221; Ya Rabb, berikanlah aku pendamping hidup, pendamping   yang akan berjalan bersamaku dan membawaku setapak semi setapak, menuju   beranda surga, hingga masuk ke dalamnya, Insya Allah &#8220;</em></p>
<p><em>Ya Rabb, kutitipkan cintaku padanya, melalui suratan takdirMu.</em></p>
<p>sumber: Admin copas dari note teman di facebook<em><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fokarliska.wordpress.com/965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fokarliska.wordpress.com/965/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fokarliska.wordpress.com/965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fokarliska.wordpress.com/965/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fokarliska.wordpress.com/965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fokarliska.wordpress.com/965/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fokarliska.wordpress.com/965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fokarliska.wordpress.com/965/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fokarliska.wordpress.com/965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fokarliska.wordpress.com/965/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fokarliska.wordpress.com/965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fokarliska.wordpress.com/965/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fokarliska.wordpress.com/965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fokarliska.wordpress.com/965/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=965&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fokarliska.wordpress.com/2010/10/18/surat-untuk-calon-pendamping-hidupku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60c00f43d3681b2cdbc15f0562c05f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fokarliska</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fokarliska.files.wordpress.com/2010/10/surat.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">surat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Kajian “Konsep Jihad dalam Syariat Islam”</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com/2010/10/17/download-kajian-%e2%80%9ckonsep-jihad-dalam-syariat-islam%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://fokarliska.wordpress.com/2010/10/17/download-kajian-%e2%80%9ckonsep-jihad-dalam-syariat-islam%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2010 11:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOKARLISKA SMA N 5 Surakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download Audio]]></category>
		<category><![CDATA[Download]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fokarliska.wordpress.com/?p=960</guid>
		<description><![CDATA[Pemateri: Al-Ustadz Abu Umair Mahful Safrudin, Lc (Pengajar Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, Salatiga ) Hari / Tanggal: Ahad, 17 Oktober 2010 Waktu: Pukul 08.00 WIB s.d. selesai Tempat: Masjid An-Nur SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen Jl.Citrosancakan, Gemolong, Sragen Alhamdulillah,kami sajikan rekaman kajiannya pada link berikut: Konsep Jihad dalam Syariat Islam Deskripsi: Kajian berlangsung selama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=960&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fokarliska.files.wordpress.com/2010/10/44209_1452057739939_1188127049_31095826_8316063_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-961" title="44209_1452057739939_1188127049_31095826_8316063_n" src="http://fokarliska.files.wordpress.com/2010/10/44209_1452057739939_1188127049_31095826_8316063_n.jpg?w=300&#038;h=207" alt="" width="300" height="207" /></a>Pemateri: Al-Ustadz Abu Umair Mahful Safrudin, Lc</p>
<p>(Pengajar Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, Salatiga )</p>
<p><span id="more-960"></span></p>
<p>Hari / Tanggal: Ahad, 17 Oktober 2010</p>
<p>Waktu: Pukul 08.00 WIB s.d. selesai</p>
<p>Tempat: Masjid An-Nur SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen</p>
<p>Jl.Citrosancakan, Gemolong, Sragen</p>
<p><strong> </strong></p>
<h4><strong>Alhamdulillah,kami sajikan rekaman kajiannya pada link berikut:</strong></h4>
<p><strong><a href="http://www.4shared.com/file/CALxvLsp/Konsep_Jihad_dalam_Syariat_Isl.html" target="_blank">Konsep Jihad dalam Syariat Islam</a></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Deskripsi:</p>
<p>Kajian berlangsung selama kurang lebih:</p>
<p>Materi: 2 jam 30 menit</p>
<p>Tanya jawab: 37 menit</p>
<p>Besar total file rekaman skitar 27 MB</p>
<p><strong>semoga bermanfaat..</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fokarliska.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fokarliska.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fokarliska.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fokarliska.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fokarliska.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fokarliska.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fokarliska.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fokarliska.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fokarliska.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fokarliska.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fokarliska.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fokarliska.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fokarliska.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fokarliska.wordpress.com/960/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=960&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fokarliska.wordpress.com/2010/10/17/download-kajian-%e2%80%9ckonsep-jihad-dalam-syariat-islam%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60c00f43d3681b2cdbc15f0562c05f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fokarliska</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fokarliska.files.wordpress.com/2010/10/44209_1452057739939_1188127049_31095826_8316063_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">44209_1452057739939_1188127049_31095826_8316063_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Kajian Kaidah Al-Wala’ wal-Bara’ Surakarta 10 Oktober 2010</title>
		<link>http://fokarliska.wordpress.com/2010/10/12/download-kajian-kaidah-al-wala%e2%80%99-wal-bara%e2%80%99-surakarta-10-oktober-2010/</link>
		<comments>http://fokarliska.wordpress.com/2010/10/12/download-kajian-kaidah-al-wala%e2%80%99-wal-bara%e2%80%99-surakarta-10-oktober-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 11:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOKARLISKA SMA N 5 Surakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download Audio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fokarliska.wordpress.com/?p=957</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, rekaman kajian berikut sudah kami upload: &#160; Hari/ tanggal: Ahad, 10 oktober 2010 Waktu: Pukul 08.30 WIB s.d. Selesai Tempat: Masjid Sabilillah, Pucangsawit, Jebres, Surakarta (Depan Kampus UNS) Pemateri: al-Ustadz Abu Kholil Mujahid -hafizhahullah- (dari Sragen / Alumni Markaz Darul Hadits, Ma’rib, Yaman) &#160; Link Download Kaidah Al-Wala’ wal-Bara’ &#160;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=957&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, rekaman kajian berikut sudah kami upload:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari/ tanggal: <strong>Ahad, 10 oktober 2010</strong></p>
<p>Waktu: <strong>Pukul 08.30 WIB s.d. Selesai</strong></p>
<p>Tempat: <strong>Masjid Sabilillah, Pucangsawit, Jebres, Surakarta (Depan Kampus UNS)</strong></p>
<p>Pemateri: <strong>al-Ustadz Abu Kholil Mujahid </strong>-<em>hafizhahullah</em>- (dari Sragen / Alumni Markaz Darul Hadits, Ma’rib, Yaman)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Link Download</strong></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/audio/H2RGxDjq/Kaidah_yang_Benar_dalam_al-Wal.html﻿" target="_blank"> Kaidah Al-Wala’ wal-Bara’</a></p>
<p><a rel="nofollow" href="http://www/" target="_blank"><br />
</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fokarliska.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fokarliska.wordpress.com/957/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fokarliska.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fokarliska.wordpress.com/957/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fokarliska.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fokarliska.wordpress.com/957/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fokarliska.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fokarliska.wordpress.com/957/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fokarliska.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fokarliska.wordpress.com/957/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fokarliska.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fokarliska.wordpress.com/957/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fokarliska.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fokarliska.wordpress.com/957/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fokarliska.wordpress.com&amp;blog=6755760&amp;post=957&amp;subd=fokarliska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fokarliska.wordpress.com/2010/10/12/download-kajian-kaidah-al-wala%e2%80%99-wal-bara%e2%80%99-surakarta-10-oktober-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60c00f43d3681b2cdbc15f0562c05f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fokarliska</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
